*****

Catatan Lain:

Catatan Lain:
* * * * *
Showing posts with label Catatan. Show all posts
Showing posts with label Catatan. Show all posts

Teori Ekonomi Politik Media



Seperti yang dikemukakan oleh para peneliti ilmu komunikasi seperti Dennis McQuail, terdapat lima jenis utama dari teori media kritis yang salah satunya adalah teori ekonomi-politik media (political economy media theory).

Dalam ekonomi politik komunikasi, sumber daya ini dapat berupa surat kabar, majalah, buku, kaset, film, internet dan sebagainya.[1]

Seperti teori Marxisme Klasik, teori ini menganggap bahwa kepemilikan media pada segelintir elit penguasa telah menyebabkan patologi atau penyakit sosial. Dalam pemikiran ini, kandungan media adalah komoditas yang dijual di pasar dan iformasi yang disebarluaskan dikendalikan oleh apa yang pasar akan tanggung. Sistem ini membawa implikasi mekanisme pasar yang tidak ambil resiko, suatu bentuk mekanisme pasar yang kejam karena membuat media tertentu mendominasi wacana publik dan lainnya terpinggirkan.

Teori ekonomi media merupakan sebuah pendekatan yang memusatkan perhatian lebih banyak pada struktur ekonomi daripada muatan atau ideologi media. Teori ini fokus ideologi medianya pada kekuatan ekonomi dan mengarahkan perhatian penelitian pada analisis empiris terhadap struktur pemilikan dan mekanisme kerja kekuatan pasar media. Menurut tinjauan ini, institusi media harus dinilai sebagai bagian dari sistem ekonomi yang juga bertalian erat dengan sistem politik.[2]

Vincent Moscow mengatakan bahwa ekonomi politik dipandang sebagai studi mengenai hubungan sosial, khususnya hubungan kekuatan, yang biasanya berbentuk produksi, distribusi, dan konsumsi dari sumber. Hubungan ini timbul dalam hubungan timbal balik antara sumber daya alam proses produksi komunikasi seperti surat kabar, buku, video, film, dan khalayak adalah yang utama.[3]

Sedangkan kegunaan ekonomi politik dalam komunikasi adalah untuk menggambarkan dan menjelaskan signifikansi dari benuk produksi, distribusi, dan pertukaran komoditas komunikasi serta peraturan yang mengatur struktur media tersebut, khususnya oleh negara. Gaya produksi media dan hubungan ekonomi kemudian menjadi dasar atau elemen penentu dalam pikiran kita.

Seperti yang kita ketahui, masyarakat memerlukan informasi dan juga hiburan dengan berbagai cara. Dan kebutuhan tersebut difasilitasi oleh media yang juga ingin menguatkan kedudukan ekonominya dalam sistem ekonomi masyarakat. Hubungan yang terjadi antara produsen dan konsumen ini menjadi hubungan timbal balik yang berkesinambungan, ketika media massa seperti televisi, surat kabar, dan bahkan internet tunduk pada kepentingan modal, maka kepentingan masyarakat bisa menjadi ambivalen.

Menurut Murdock dan Golding (McQuail: 1987), efek kekuatan ekonomi tidak secara langsung secara acak, tetapi terus-menerus: “Pertimbangan untung rugi diwujudkan secara sistematis dengan memntapkan kedudukan kelompok-kelompok yang sudah mapan dalam pasar media massa besar dan mematikan kelompok-kelompok yang tidak memiliki modal dasar yang diperlukan untuk mampuu bergerak. Oleh karena itu, pendapat yang dapat diterima berasal dari kelompok yang cenderung tidak melancarkan kritik terhadap distribusi kekayaan dan kekuasaan yang berlangsung. Sebaliknya, mereka yang cenderung menantang kondisi semacam itu tidak dapat mempublikasikan ketidakpuasan atau ketidaksetujuan mereka karena mereka tidak mampu menguasai sumber daya yang diperukan untuk menciptakan komunikasi efektif terhadap khalayak luas.[4]

Ada 3 konsep untuk aplikasi pendekatan ekonomi politik dalam industri komunikasi yang ditawarkan Moscow:

  1. Commodification (komodifikasi). Konsep ini mengacu pada pemanfaatan barang dan jasa yang dilihat dari kegunaannya kemudian ditransformasikan menjadi komoditi yang bernilai jual pasar. Bentuk komodifikasi dalam komuniikasi ada tiga macam: intrinsinc commodification (komodifikasi intrinsik), extrinsinc commodification (komodifikasi ekstrinsik), dan cybernatic commodification (komodifikasi sibernatik).
  2. Spatialization (spasialisasi) adalah proses untuk mengatasi hambatan ruang dan waktu dalm kehidupan sosial oleh perusahaan media dalam bentuk perluasan usaha seperti proses intregasi: integrasi horizontal, vertikal, dan internasionalisasi.
  3. Structuration (strukturasi), yakni proses penggabungan human agency (agensi manusia) dengan proses perubahan sosial ke dalam analisis struktur. Karakteristik penting dari teori strukturisasi ialah kekuatan yang diberikan pada perubahan sosial, yang menggambarkan bagaimana struktur diproduksi dan direproduksi oleh agen manusia yang bertindak melalui medium struktur-struktur.


Daftar Pustaka:
  1. (Vincent Moscow. 1998. The Political Economy of Communication: Rethinking and Renewal. University of Winconsin Press. Hal. 25. )
  2. (Dennis McQuail. 1987. Teori Komunikasi Massa, terj Agus Dharma dan Aminuddin Ram. Jakarta: Erlangga. Hal. 63.)
  3. (Vincent Moscow. 1998. The Political Economy of Communication: Rethinking and Renewal. University of Winconsin Press. Hal. 25. ) 
  4. (Dennis McQuail. 1987. Teori Komunikasi Massa, terj Agus Dharma dan Aminuddin Ram. Jakarta: Erlangga. Hal. 65.)

Framing

Apa itu Framing?

Framing adalah pendekatan untuk melihat bagaimana realitas itu dibentuk dan dikonstruksi oleh media. Proses pembentukan dan konstruksi ralitas itu, hasil akhirnya adalah adanya bagian tertentu dari realitas yang lebih menonjol dan lebih mudah dikenal. Akibatnya, khalayak lebih mudah mengingat aspek-aspek tertentu yang disajikan secara menonjol oleh media. Aspek-aspek yang tidak disajikan secara menonjol, bahkan tidak diberitakan, menjadi terlupakan dan sama sekali tidak diperhatikan oleh khalayak.[1]

Seperti yang dikutip Eriyanto dalam buku Arie S. Soesilo dan Philo C. Wasburn, Framing adalah sebuah cara bagaimana sebuah peristiwa disajikan oleh media, penyajian tersebut dilakukan dengan menekenkan bagian tertentu, menonjolkan aspek tertentu, dan membesarkan cara bercerita tertentu dari suatu realitas/peristiwa. Di sini media menyeleksi, menghubungkan, dan menonjolkan peristiwa sehingga makna dari peristiwa lebih mudah menyentuh dan diingat oleh khalayak.  Berikut ini adalah beberapa pengertian framing menurut para ahli:[2]

Robert N. Entman   
Proses seleksi dari berbagai aspek realitas sehingga bagian tertentu dari peristiwa itu lebih menonjol dibandingkan aspek lain. Ia juga menyertakan penempatan informasi-informasi dalam konteks yang khas sehingga sisi tertentu mendapatkan alokasi lebih besar daripada sisi yang lain.

William A. Gamson   
Cara bercerita atau gugusan ide-ide yang terorganisir sedemikian rupa dan menghadirkan konstruksi makna peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan objek suatu wacana. Cara bercerita itu terbentuk dalam sebuah kemasan (package). Kemasan itu semacam skema atau struktur pemahaman yang digunakan individu untuk mengkonstruksi makna pesan-pesan yang ia sampaikan, serta untuk menafsirkan makna pesan-pesan yang ia terima.

Zhongdang Pan and Gerald M. Kosicki   
Strategi konstruksi dan memproses berita. Perangkat kognisi yang digunakan dalam mengkode informasi, menafsirkan peristiwa, dan dihubungkan dengan rutinitas dan konvensi pembentukan berita.

Ada dua aspek dalam framing:
Pertama, memilih fakta/realitas. Proses memilih fakta ini didasarkan pada asumsi, wartawan tidak mungkin melihat peristiwa tanpa perspektif. Dalam memilih fakta ini selalu terkandung dua kemungkinan: apa yang dipilih (included) dan apa yang dibuang (excluded). Bagian mana yang ditekankan dalam realitas? Bagian mana dari realitas yang diberitakan dan bagian mana yang tidak diberitakan? Penekanan aspek tertentu itu dilakukan dengan memilih angel tertentu, memilih fakta tertentu, dan melupakan fakta yang lain, memberitakan aspek tertentu dan melupakan aspek lainnya.[3]

Kedua, menuliskan fakta. Proses ini berhubungan dengan bagaimana fakta yang dipilih itu disajikan kepada khalayak. Gagasan itu diungkapkan dengan kata, kalimat dan proposisi apa, dengan bantuan aksentuasi foto dan gambar apa, dn sebagainya. Bagaimana fakta yang sudah dipilih tersebut ditekankan dengan pemakaian perangkat tertentu: penempatan yang mencolok (menempatkan di headline depan, atau bagian belakang), pengulangan, pemakaian grafis untuk mendukung dan memperkuat penonjolan, pemakaian label tertentu ketika menggambarkan orang/peristiwa yang diberitakan, asosiasi terhadap simbol budaya, generalisasi, simplifikasi, dan pemakaian kata yang mencolok, gambar, dan sebagainya. Elemen menulis fakta ini berhubungan dengan penonjolan realitas.[4]

Pemakaian kata kalimat atau foto itu merupakan implikasi dari memilih aspek tertentu dari realitas. Akibatnya, aspek tertentu yang ditonjolkan menjadi menonjol, lebih mendapatkan alokasi dan perhatian yang besar dibandingkan aspek lain. Semua aspek itu dipakai untuk membuat dimensi tertentu dari konstruksi berita menjadi bermakna dan diingat oleh khalayak. Realitas yang disajikan secara menonjol atau mencolok, mempunyai kemungkinan lebih besar untuk diperhatikan dan mempengaruhi khalayak dalam memahami suatu realitas.[5]



Daftar Pustaka:
[1] Eriyanto. 2009. Analisis Framing: Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media. Yogyakarta: PT. LkiS Printing Cemerlang. Hal. 66.
[2] Ibid. Hal. 60-68.
[3] Ibid. Hal. 69.
[4] Ibid. Hal. 70.
[5] Ibid.

Sejarah Perkembangan Retorika

Retorika adalah seni berkomunikasi, dan itu sudah ada sejak zaman nenek moyang terdahulu, namun mulai berkembang dan tampak sangat berpengaruh sejak zaman Yunani dan Roma yang sering melibatkan retorika dalam urusan kenegaraan. Selain itu para ahli pedang saat itu juga banyak yang pandai dalam berkata-kata sehingga terlihat hebat dan menawan. Peristiwa-peristiwa penting juga sering dan mudah didramatisir dengan pidato-pidato besar pada saat itu. Dan sampai zaman sekarang pun masih berlanjut karena kepandaian pidato dan kenegarawanan cenderung selalu berkaitan.

Uraian sistematis retorika pertama ditulis oleh Corax di Pulau Sicilia untuk memperjuangkan hak masyarakat yang sering digusur oleh para tiran kala itu. Corax menulis makalah retorika yang diberi nama Techne Logon (seni kata-kata). Makalah itu berrisi tentang “teknik kemungkinan”. Corax juga meletakkan dasar-dasar organisasi pesan. Ia membagi pidato pada lima bagian, yaitu: pembukaan, uraian, argument, penjelasan tambahan, dan kesimpulan.

Kemudian pada 490-430 SM, Empedocles salah satu murid Pythagoras di Agrigentum, Pulau Sicilia yang seorang filosofhe, mistikus, politisi, dan juga seorang orator, menulis The Nature of Things.

Gorgian mendirikan sekolah retorika di Athena. Ia menekankan dimensi bahasa yang puitis dan teknik bicara impromtu. Sebagai orator, menurut Aristoteles, penduduk Aia mengajarkan prinsip-prinsip retorika, yang kelak dijual Gorgias kepada Athena. Dari Aristoteles dan ahli retorika klasik, kita memperoleh lima tahap penyusunan pidato yang terkenal sebagai Lima Hukum Retorika (The Five Canons of Rhetoric). Yaitu invention (penemuan), disposition (penyusunan), elocution (gaya), memoria (memori), dan pronuntiatio (penyampaian).

Tiga cara utuk mempengaruhi manusia yang disebutkan oleh Aristoteles adalah:
  1. Sanggup menunjukkan pada khalayak bahwa anda memiliki pengetahuan yang luas, kepribadian yang terpercaya, dan status yang terhormat (ethos).
  2. Anda harus menyentuh hati khalayak; perasaan, emosi, harapan, kasih sayang, dan kebencian mereka (pathos). Para ahli retorika modern menyebutnya sebagai imbauan emosional atau emotional appeals.
  3. Meyakinkan khalayak dengan mengajukan bukti atau yang kelihatan sebagai bukti. Disini anda mendekati khalayak lewat logika atau otak (logos). Selain itu, ada 2 cara lagi yang efektif untuk mempengaruhi pendengar, yaitu entimen dan contoh. Entimen adalah sejenis silogisme yang tidak lengkap, tidak untuk menghasilkan pembuktian ilmiah, tetapi untuk menimbulkan keyakinan. Aristoteles juga menulis tiga jilid buku yang berjudul De Arte Rhetorica.
Protagoras menyebut kelompoknya sophistai, “guru kebijaksanaan”. Mereka mengajarkan teknik-teknik memanipulasi emosi dan menggunakan prasangka untuk menyntuh hati pendengar. Dan Demosthenes mengembangkan gaya bicara yang tidak berbunga-bunga, tetapi jelas dan keras. Ia menggabungkan narasi dan argumentasi. Ia juga amat memperhatikan cara penyampaian (delivery). Demosthenes sempat menyerang Aeschines dalam pidatonya yang terkenal Perihal Mahkota.

Retorika Zaman Romawi
Buku Ad Herrenium,  ditulis dalam bahasa latin kira-kira 100 M, hanya mensistematisasikan dengan cara Romawi warisan retorika gaya Yunani. Kekaisaran Romawi bukan saja subur dengan sekolah-sekolah retorika; tetapi juga kaya dengan orator-orator ulung: Antonius, Crassus, Rufus, Hortensius. Kemampuan Hortensius disempurnakan oleh Cicero. Ia percaya bahwa efek pidato akan baik, bila yang berpidato adalah orang baik juga. The good man speaks well.

Retorika Abad Pertengahan
Ada dua cara untuk memperoleh kemenangan politik: talk it out (membicarakan sampai tuntas) dan shoot it out (menembak sampai habis). Namun ketika itu demokrasi mengalami kemunduran, retorika tersinigkir ke belakang panggung. Abad pertengahan terkenal sebagai abad kegelapan, dan ini berlangsung dari 400-1400 M. Hal itu disebabkan umat Kristen waktu itu melarang mempelajari retorika yang dirumuskan oleh orang-orang Yunani dan Romawi, para penyembah berhala.

Satu abad kemudian, di Timur muncul peradaban baru. Seorang Nabi penyampai firman Tuhan. Balaghah (kumpulan khotbah-khotbah) menjadi disiplin ilmu yang menduduki status yang mulia dalam peradaban Islam. Kaum Muslim menggunakan balaghah sebagai pengganti retorika.

Retorika Modern
Pertemuan orang Eropa dengan Islam dalam Perang Salib menimbulkan Renaissance yang mengantarkan kita pada retorika modern. Adalah Roger Bacon (1214-1219) yang menjembatani renaisance dengan retorika. Abad kedua puluh, retorika mengambil mafaat dari ilmu-ilmu pengetahuan modern seperti psikologi dan sosiologi.

NB: Dirangkum dari Buku Retorika Modern, Jalaluddin Rakhmat : -

Apa Perbedaan Infiltrasi dengan Akulturasi?



Infiltrasi menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah:

in·fil·tra·si n penyusupan; perembesan; campur tangan: -- negara luar tidak dibenarkan oleh PBB; ber·in·fil·tra·si v melakukan penyusupan: mereka ~ ke daerah musuh; meng·in·fil·tra·si v berinfiltrasi; meng·in·fil·tra·si·kan v menyusupkan: partai berhaluan kiri ~ kadernya ke semua organisasi massa dan partai politik

Dari beberapa penjabaran KBBI di atas, infiltrasi dalam artian inti atau sederhananya adalah “penyusupan”.

Misal pemakaian kata infiltrasi dalam kasus religiusitas di Indonesia, yakni pada kebiasaan menggelar acara tahlilan saat seseorang/kerabat meninggal dunia. Hal itu adalah salah satu bentuk infiltrasi yang terjadi antara budaya hindu dan Islam.

Contoh lain adalah infiltrasi dalam hal budaya. Maksudnya adalah bentuk penyusupan budaya luar (asing) yang sengaja maupun tidak sengaja merasuk dan mempengaruhi diri para komunitas lain yang menjadi sasarannya atau tidak dikhususkan sebagai sasaran tetapi masuk dalam sistem budaya yang bersifat global tersebut.

Penyusupan budaya asing ini menggunakan media-media canggih dan mampu menembus pemahaman lemah manusia dalam mengenal hakekat hidup yang diajarkan agama, sehingga nilai-nilai agama dibuatnya hanya sekedar ritual belaka tanpa membekas dalam prinsip hidup. Mereka yang terjerumus dengan budaya-budaya asing nir-moralitas agama ini biasanya memang belum belum menubuhkan landasan kokoh akan prinsip hidup hakiki dalam dirinya. Bisikan syetan lebih kuat untuk menjermuskan mereka menikmati kehidupan dunia yang sudah diingatkan agama akan hal itu. Fenomena permisiveness atau pembiaraan khususnya oleh pemegang otoritas pengendali kehidupan bermasyarakat dan berbangsa membuatbentuk infiltrasi semakin mudah dan kuat menyeruak sendi-sendi kehidupan para generasi penerus bangsa ini.

Contoh kasus, yakni pada sebagian besar remaja kita yang terpesona serta terperangah dengan perilaku idolanya terutama di bidang hiburan, membuat "gelap mata" menirukan pola gaya hidup mereka. Ajaran agama dalam situasi seperti ini seringkali diabaikan oleh mereka, hanya sebatas simbol belaka, kita pun menyaksikan banyak remaja "putri" yang jika dilihat kasat mata seolah taat karena berpakaiannya dilengkapi dengan jilbab sebagai bentuk penunaian perintah agama, tetapi ternyata perilaku mereka tidak lebih dan tidak kurang masuk dalam perangkap infiltrasi budaya asing tersebut. Seperti yang terlihat di media-media massa saat ini, kita acap kali menyaksikan betapa para remaja putri histeris sejadi-jadinya melihat sang idola hingga berperilaku meniru dengan sepenuh hati gerakan-gerakan para idolanya. Kemanapun sang idola bergerak dan memberikan contoh periilaku serta merta sang penggemar berat para fans fanatik buta ini mengikutinya, bahkan mungkin saja jika sang idola pergi ke lubang biawak sekalipun para penggemar itu pun mengikutinya. Ngeri bukan? Naudzubillah mindzalik.

Nah, sedangkan akulturasi menurut KBBI adalah:

akulturasi /akul·tu·ra·si/ n 1 percampuran dua kebudayaan atau lebih yg saling bertemu dan saling mempengaruhi: candi-candi yg ada sekarang merupakan bukti adanya -- antara kebudayaan Indonesia dan kebudayaan India; 2 Antr proses masuknya pengaruh kebudayaan asing dl suatu masyarakat, sebagian menyerap secara selektif sedikit atau banyak unsur kebudayaan asing itu, dan sebagian berusaha menolak pengaruh itu; 3 Ling proses atau hasil pertemuan kebudayaan atau bahasa di antara anggota dua masyarakat bahasa, ditandai oleh peminjaman atau bilingualism

Dari uraian KBBI di atas, maka inti dari definisi akulturasi adalah bertemunya suatu proses social dengan proses social lain yang menghasilkan proses social baru tanpa merusak proses social asli.

Akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri.

Contoh akulturasi; Saat budaya rap dari negara asing digabungkan dengan bahasa Jawa, sehingga muncul rap versi bahasa Jawa, atau nge-rap dengan menggunakan bahasa Jawa. Sekian.

9 Skill atau Keterampilan yang Harus Dimiliki Jurnalis Online

Apa keterampilan yang paling sering digunakan oleh para jurnalis online?


Menururt hasil polling / pemungutan suara dari 49 jurnalis online, peneliti Ryan Thornburg dan Ying Roselyn Du meminta para praktisi tersebut untuk mengurutkan peringkat atas tugas sehari-hari mereka dari 26 daftar yang memungkinkan.

Dan berikut adalah hasil 9 peringkat teratas:

1. Menulis atau Mengedit Naskah
2. Manajemen Proyek
3. Blogging
4. Merangkai Desain (penataan) / Pengambilan Gambar (Foto)
5. Menghasilkan (membuat/mengambil) Video
6. Mengorganisasi (menyusun) Staf / Administrasi
7. Menggabung atau Merangkai Cerita / Shortening
8. Pelaporan dan Menulis Cerita Orisinal / Asli
9. Foto / Editing Gambar

Penelitian ini dipublikasikan pada musim gugur 2011, edisi Journalism & Mass Communication Educator.


Diterjemahkan dari sumber asli dengan sedikit perbaikan.

Media Politik dan Berita Politik

A. Saluran Komunikasi Politik

Komunikasi Massa
Media massa merupakan alat komunikasi politik yang berdimensi dua, yaitu bagi pemerintah dan bagi masyarakat. Dalam dimensi pemerintah, maka media massa berfungsi sebagai :

1) Untuk menyebarluaskan informasi-informasi seputar:
  • Kebijaksanaan pemerintah.
  • Program-program untuk mensejahterakan rakyat.
  • Kondisi politik dalam negeri.
  • Aktivitas jalinan komunikasi dengan Negara-negara lain sebagai kebijaksanaan politik luar negeri.
2) Untuk membentuk karakter bangsa melalui fungsi pendidikan.
3) Untuk melakukan fungsi sosialisasi dalam kaitan pelestarian sistem politik (sekaligus sistem nilai).
4) Menumbuhkan kepercayaan Negara lain melalui sajian-sajian berita yang direncanakan dan ditata secara baik, (sebagai alat promosi atau propaganda). Sedang dimensi bagi masyarakat, media massa berfungsi sebagai sarana kontrol sosial terhadap kebijaksanaan yang dilakukan pemerintah.

Komunikasi Interpersonal
Komunikasi interpersonal merupakan bentukan hubungan satu-kepada-satu; terdiri atas saling tukar kata lisan di antara dua orang atau lebih. Saluran ini bisa berbentuk tatap muka maupun berperantara.

Komunikasi Organisasi
Jaringan komunikasi dari organisasi menggabungkan sifat-sifat saluran massa dan saluran interpersonal. Tentu saja ada jenis-jenis organisasi yang sangat berbeda dalam politik, baik formal maupun informal. Yang dimaksud kelompok informal adalah keluarga seseorang, kelompok sebaya, dan rekan kerja yang kesemuanya memainkan peran penting dalam mengembangkan opini politik orang itu. Sedangkan kelompok formal meliputi partai politik dan berbagai organisasi kepentingan khusus, seperti serikat buruh, asosiasi perusahaan, pembela konsumen, organisasi hak sipil, dan koalisi kebebasan wanita. Akhirnya, pada ujung yang paling formal dari kontinuum ini terdapat organisasi birokratik.


B. Saluran Persuasi Politik

1.Kampanye Massa
Kampenye massa merupakan proses penyampaian pesan persuasive berisi program-program, asas yang dianut, platform yang dilkaukan oleh partai politik kepada masyarakat umum sebagai calon pemilih saat pemilihan umum. Kegiatan ini bisa dilakukan melalui media massa cetak dan elektronik agar memilih calon atau wakil rakyat yang dikampanyekan. Misalnya: “buruh pabrik akan mendapatakan kehidupan yang sejahtera jika memilih calon A”
2.Kampanye Interpersonal
Kampanye Interpersonal merupakan proses penyampaian pesan persuasif yang berupa program-program, asas, platform ditambah pembagian kekuasaan partai yang dilakukan oleh komunikator politik kepada tokoh masyarakat yang memiliki pengaruh luas terhadap masyarakat yang akan menjadi pemilih di pemilu. Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat memilih calon yang diserukan. Misalnya: Dialog antara calon presiden dan wakil presiden kepada Ketua NU di Semarang.
3.Kampanye organisasi
Kampanye organisasi merupakan proses penyampaian pesan persuasif yang berupa program-program, asas, platform, pembagian kekuasaan partai politik yang dilakukan oleh komunikator terhadap kader, fungsionaris dan anggota dalam satu organisasi partai politik dan antar sesama anggota agar memilih calon dalam pemilihan umum. Contoh: Ketua partai A memberi pesan persuasif agar memilih calon tertentu di pemilu.


C. Berita Politik
Berita adalah informasi baru atau informasi mengenai sesuatu yang sedang terjadi, disajikan lewat bentuk cetak, siaran, Internet, atau dari mulut ke mulut kepada orang ketiga atau orang banyak.


Sumber bacaan: DAN NIMMO KOMUNIKASI POLITIK, Komunikator, Pesan dan Media (Penerbit Remaja Rosdakarya offset – Bandung)

Persuasi politik



Propaganda sebagai komunikasi yang “digunakan oleh suatu kelompok terorganisasi yang ingin menciptakan partisipasi aktif atau pasif dalam tindakan-tindakan suatu massa yang terdiri atas individu-individu, diersatukan secara psikologis dan dugabungkan di dalam suatu organisasi.”
 
Periklanan massal adalah komunikasi satu ke banyak. Namun berbeda dengan propaganda yang ditujukan pada orang-orang sebagai anggota kelompok, periklanan mendekati mereka terutama sebagai individu-individu tunggal, independen, terpisah dari kelompok yang menjadi identifikasinya dalam masyarakat.
 
Retorika merupakan bentuk persuasi yang menonjolkan komunikasi dua arah, dialektika, negosiasi dan drama. Melalui retorika, yang bersifat transaksional dengan menggunakan lambang untuk mengidentifikasi pembicara dengan pendengar melalui pidato, persuader dan yang dipersuasi saling bekerja sama dalam merumuskan nilai, keprcayaan dan pengharapan mereka.

Mengenal Jurnalisme Online


Jurnalistik online adalah sebuah istilah yang berasal dari dua kata yaitu Jurnalistik dan online. Jurnalistik adalah sebuah kegiatan yang di mana kita mencari , mengumpulkan dan mengolah data tersebut menjadi sebuah berita. Kemudian online yang memiliki pengertian yaitu sebuah sebuah perangkat (komputer) yang terhubung dengan perangkat (komputer) lain yang dengan sebuah jarinagn tertentu dapat berhubungan dan juga berkomuikasi.

Jurnalisme online merupakan proses penyampaian informasi dengan menggunakan media internet. Internet mempermudah pekerjaan jurnalistik, sebab jurnalistik dapat dapat dilakukan melalui PC atau komputer. Dengan menggunakan internet sebagai alat reportase atau sumber informasi bagian media-media tradisional atau koran.

Dari berbagai macam bentuk produk media jurnalistik salah satunya yaitu media elektronik, untuk media elektronik ada stasiun televisi, radio dan yang terakhir media internet yang sedang berkembang di era modern ini dengan hadirnya berita yang berbentuk website. informasi-informasi yang diberikan para jurnalis tersebut memiliki beberapa hal yang menjadi dasar dan penting buat dipahami dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa hal yang menjadi karakteristik dasar dari sebuah jurnalistik online selain tampilan yang berbentuk web adalah tampilan beritanya sangat cepat berganti-ganti. Tapi, ini memberikan kemudahan bagi para jurnalis untuk mengakses dan menerbitkan sebuah berita secara online.

Beberapa jurnalis bisa membuat berita sendiri secara langsung, cara penulisa berita online pun masih sama yang dilakukan jurnalistik lainnya yang mengandung 5W+1H, dengan sifat tulisan yang berbentuk features.

Jurnalistik online tidak hanya bercerita apa yang akan disajikan, tapi juga dengan tata letak. multimedia yang menarik akan membuat pembaca online merasa nyaman.

Komunikasi yang tercipta pun tidak hanya dari yang menerbuitkan jurnalistik oline dan pembacanya saja, tapi para pembaca lainnya. Bahkan beberapa pembaca bisa melakukan diskusi online melalui sebuah konten forum dalam beberapa produk jurnalistik.

Bahkan ada beberapa individu yang bukan jurnalis bisa ikut berperan serta denga citizen jurnalism, dengan memiliki blog. Dengan blog secara langsung kita dapat menginformasikan sesuatu, bahkan sesuatu yang tidak direncanakan oleh wartwan jurnalistik online.

Dirangkum dari postingan saudara Ibnu Fajar (http://fajarfikom.blogspot.com/) dengan sedikit perbaikan pada ejaan (imbuhan).

Meta Tag


Meta tag adalah tag-tag HTML yang membantu anda mengendalikan search engines ketika meng-inddex situs anda, dengan menggunakan keywords dan deskripsi yang telah anda sediakan.

Keyword dan deskripsi meta tag yang anda masukan kedalam html dari halaman-halaman anda, menyediakan informasi bagi search engine mengenai bagian yang tidak boleh di tampilkan dalam web browser.

Secara ringkas nya, Meta Tag adalah keyword(Kata Kunci) yang memudahkan dalam carian enjin(search engine) contoh : Google, Yahoo, Altavista, ASK dan sebagainya.

Kegunaan dari meta tag :
  1. · memudahkan pencarian dalam search engine
  2. · peluang untuk mendapatkan top ranking 
  3. · visitor mudah mencari blog anda jika tags dipelbagaikan/diperbanyakkan
  4. · menunjukkan latar belakang blog anda(ex: berkisarkan motivasi, tutorial, personal)

Ada 2 bagian yang terpenting dalam membuat meta tag.

Meta Description

Meta description digunakan untuk memberikan gambaran umum tentang isi dari halaman web atau blog. Ukuran gambaran umum ini disarankan agar tidak melebihi 200 huruf/caracter.

Cara penulisan meta description adalah sebagai berikut :

<meta content=’Belajar Ilmu Komputer adalah tempat belajar tentang Internet, computer, LAN, Free Download Anti Virus serta tips dan trik merawat komputer’ name=’description’/>

Meta Keyword

Meta keyword adalah yang paling penting karena keyword-lah yang menentukan kata kunci yang bisa ditemukan halaman web tersebut pada search engine.

<meta content=’Belajar Ilmu Komputer Jaringan Local Area Network Free Download Anti Virus sharing ilmu koneksi jaringan informasi tips trik perbaikan merawat konversi lagu’ name=’keywords’/>
Source: Berbagai sumber

Contoh Naskah Pidato

Judul: Jagalah Kebersihan Lingkungan
 
[Pembuka]
Bismillahirrahmaanirrahiim. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
 
Pertama-tama, marilah kita bersama-sama mengucap puji beserta syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala,  karena berkah dan karuniaNya lah kita semua dapat berkumpul dalam keadaan sehat wal’afiat pada hari yang cerah ini.
 
Sholawat dan salam muda-mudahan tetap tercurah kepada sosok panutan kita, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam sang pembawa terang dari gelapnya peradaban zaman jahiliah.

[Isi]
Hadirin yang saya muliakan, 

Perlu kita sadari, bahwa lingkungan adalah tempat menggantungkan hidup bagi kita semua, umat manusia. Maka kita harus menjaga lingkungan kita baik-baik agar bumi menghasilkan keuntungan bagi kita, bukan kerugian bahkan bencana. Salah satu cara agar lingkungan tetap terjaga adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan itu sendiri.
 
Dalam menjaga kebersihan lingkungan maka kita harus mengetahui terlebih dahulu apa arti dan makna kebersihan lingkungan bagi kita. Kebersihan lingkungan yang sesungguhnya adalah suatu keadaan di mana lingkungan tersebut bisa disebut layak untuk ditinggali manusia, di mana keadaan kesehatan manusia secara fisik dapat terjaga. Maka kita harus menjaga kebersihan lingkungan agar tercipta kehidupan yang layak dan sejahtera.
 
Hadirin yang saya muliakan,
 
Menjaga Kebersihan Lingkungan adalah cara terbaik dalam mencegah berbagai penyakit yang mengintai pada musim hujan seperti sekarang. Bahkan cuaca sekarang sangat tidak stabil, terkadang hujan, tiba-tiba menjadi panas. Dan begitu sebaliknya. Menjaga kebersihan lingkungan tidak harus dimulai dari yang berat. Kita bisa membiasakan dengan dimulai dari membersihkan lingkungan rumah masing-masing terlebih dahulu, sehingga tertanam pada kebiasaan kita untuk selalu menjaga kebersihan. Apabila lingkungan rumah kita bersih, maka akan indah dan enak dipandang mata. Sehingga orang lainpun akan tergerak untuk mencontoh kebiasaan baik kita dalam membersihkan lingkungan.

[Penutup]
Hadirin yang saya muliakan,
 
Kebersihan itu adalah sebagian dari iman. Nah, apabila lingkungan hanya bersih sebagian, berarti hanya sebagian dari kita saja yang beriman. Ketika orang lain melihat lingkungan kita yang kumuh, maka mereka akan bertanya, “Yang beriman pada kemana nih?” Jadi, apabila seseorang tidak peduli terhadap kebersihan maka ia sesungguhnya bukan merupakan orang yang beriman penuh. Semoga untuk ke depan, kita bersama-sama dapat lebih giat lagi dalam menjaga kebersihan lingkungan.
 
Sekian pidato dari saya, kurang lebihnya saya mohon maaf. Akhir kata, Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Perbedaan Perum, Persero, PT, dan BUMD

1. Persero
Persero adalah BUMN yang bentuk usahanya adalah perseoran terbatas atau PT. Bentuk persero semacam itu tentu saja tidak jauh berbeda sifatnya dengan perseroan terbatas / PT swasta yakni sama-sama mengejar keuntungan yang setinggi-tingginya / sebesar-besarnya. Saham kepemilikan Persero sebagaian besar atau setara 51% harus dikuasai oleh pemerintah. Karena Persero diharapakan dapat memperoleh laba yang besar, maka otomatis persero dituntut untuk dapat memberikan produk barang maupun jasa yang terbaik agar produk output yang dihasilkan tetap laku dan terus-menerus mencetak keuntungan.
 
Organ Persero yaitu direksi, komisaris dan rups / rapat umum pemegang saham. Ciri - ciri Persero adalah sebagai berikut:
  • Pendirian persero diusulkan oleh menteri kepada presiden.
  • Pelaksanaan pendirian dilakukan oleh mentri dengan memperhatikan perundang-undangan.
  • Statusnya berupa perseroan terbatas yang diatur berdasarkan undang-undang.
  • Modalnya berbentuk saham.
  • Sebagian atau seluruh modalnya adalah milik negara dari kekayaan negara yang dipisahkan.
  • Organ persero adalah RUPS, direksi dan komisaris.
  • Menteri yang ditunjuk memiliki kuasa sebagai pemegang saham milik pemerintah.
  • Apabila seluruh saham dimiliki pemerintah, maka menteri berlaku sebagai RUPS, jika hanya sebagian, maka sebagai pemegang saham perseroan terbatas.
  • RUPS bertindak sebagai kekuasaan tertinggi perusahaan.
  • Dipimpin oleh direksi.
  • Laporan tahunan diserahkan ke RUPS untuk disahkan.
  • Tidak mendapat fasilitas Negara.
  • Tujuan utama memperoleh keuntungan.
  • Hubungan - hubungan usaha diatur dalam hukum perdata.
  • Pegawainya berstatus pegawai Negeri.
Contoh persero yaitu: PT Jasamarga, Bank BNI, PT Asuransi Jiwasraya, PT PLN, dan lain sebagainya.
 

2. Perum / Perusahaan Umum
Perusahaan umum atau disingkat perum adalah perusahaan unit bisnis negara yang seluruh modal dan kepemilikan dikuasai oleh pemerintah dengan tujuan untuk memberikan penyediaan barang dan jasa publik yang baik demi melayani masyarakat umum serta mengejar keuntungan berdasarkan prinsip pengolahan perusahaan.
 
Organ Perum yaitu dewan pengawas, menteri dan direksi. Ciri – cirri Perum:
  • Modal berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan.
  • Status pegawai adalah pegawai perusahaan perum.
Contoh perum/perusahaan umum yakni: Perum Peruri / PNRI (Percetakan Negara RI), Perum Perhutani, Perum Damri, Perum Pegadaian, dll.

 
3. Perseroan Terbatas (PT)
Perseroan Terbatas disebut juga Naamloze Vennotschaap (NV). Landasan hukum Perseroan Terbatas (PT) sebagai badan usaha diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas. Perseroan Terbatas adalah badan usaha yang dibentuk oleh dua orang atau lebih yang modalnya diperoleh dari hasil penjualan saham. Dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas Pasal 1 Butir 1 dijelaskan definisi PT sebagai berikut. Perseroan Terbatas yang selanjutnya disebut perseroan adalah badan hukum yang didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham, dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam undang-undang ini serta peraturan pelaksanaannya. Saham disebut juga seri/andil adalah surat berharga sebagai tanda bukti keikutsertaan modal seseorang pada suatu perusahaan. Artinya, apabila seseorang membeli saham, pada saat yang bersamaan sesungguhnya ia telah menanamkan modal sejumlah nominal saham pada perusahaan tersebut.
 
Tata cara pendirian Perseroan Terbatas (PT) dan syaratsyarat yang harus dipenuhi dijabarkan dalam Undang- Undang Perseroan Terbatas Pasal 7 Ayat (1), yaitu:
 
“Perseroan didirikan oleh 2 (dua) atau lebih dengan akta notaris yang dibuat dalam bahasa Indonesia.” Pasal 7 ayat (2): “Setiap pendiri-pendiri perseroan wajib mengambil bagian saham pada saat perseroan didirikan.”
 
Perseroan Terbatas harus didirikan dengan akta notaris dengan tahapan sebagai berikut:
a) Disetujui Menteri Kehakiman,
b) Didaftarkan di kantor Pengadilan Negeri,
c) Diumumkan dalam Berita Negara.
 
Adapun syarat-syarat materialnya dijabarkan dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas Pasal 24 dan Pasal 25 yang pada intinya mengemukakan bahwa:
 
a) Modal dasar perseroan terdiri atas seluruh nilai nominal saham,
b) Saham dapat atas nama atau tunjuk,
c) Modal dasar paling sedikit Rp20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah),
d) Modal terbagi dalam nominal saham,
e) 25% modal harus ditempatkan atau disetujui oleh para pendiri.
 
Pemegang saham akan memperoleh keuntungan yang disebut dengan dividen, sedangkan upah untuk direksi dan pegawai disebut tentiem. Perusahaan yang memperoleh dana melalui pasar modal, baik dengan menerbitkan saham atau obligasi dan menjualnya secara umum kepada masyarakat disebut emiten. Contohnya PT Indofood Sukses Makmur, PT Freeport Indonesia, dan PT Indosat.Dilihat dari jenisnya, perseroan dibedakan menjadi PT terbuka, PT tertutup, dan PT kosong.
 
A. PT terbuka adalah Perseroan Terbatas (PT) yang memperjualbelikan sahamnya kepada masyarakat luas di pasar modal. Saham PT terbuka disebut saham atas tunjuk artinya dapat dimiliki oleh siapa saja.
 
B. PT tertutup adalah Perseroan Terbatas (PT) yang sahamnya tidak dijual ke tengah masyarakat. Artinya kepemilikan saham hanya untuk orang tertentu saja, misalnya hanya kepada keluarga atau rekan bisnisnya. Perusahaan hanya menerbitkan saham atas nama, yaitu saham yang nama pemiliknya tertera di dalam saham.
 
C. PT kosong adalah Perseroan Terbatas (PT) yang tinggal nama saja, tidak ada manajemen perusahaan, dan sudah tidak punya kekayaan lagi. Hal itu dikarenakan PT kosong sudah tidak punya usaha lagi. Biasanya orang membeli PT kosong untuk menghemat pendirian PT.
 
Dalam PT dikenal tiga jenis modal, yaitu:
a) Modal dasar, yakni jumlah modal yang disebutkan dalam Anggaran Dasar Perseroan Terbatas.
 
b) Modal ditempatkan, yakni sebagian dari modal dasar perseroan yang telah disetujui untuk diambil oleh para pendiri. Dalam hal ini, 25% dari modal dasar harus sudah disetujui oleh para pendiri.
 
c) Modal disetor, yakni modal yang benar-benar ada dalam kas perseroan. Jumlah modal jenis ini adalah 50% dari nilai nominal setiap saham yang dikeluarkan.
 
Dalam PT dikenal tiga kelengkapan organisasi yang berperan sebagai pengelola perusahaan dengan tugas dan wewenang yang berbeda. Adapun kelengkapan yang dimaksud adalah sebagai berikut:
 
a) Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
Dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas Pasal 1 Butir (3) disebutkan pengertian dari RUPS adalah organ perseroan yang memegang kekuasaan tertinggi dalam perseroan dan memegang segala wewenang yang tidak diserahkan kepada direksi atau komisaris. Rapat Umum Pemegang Saham mempunyai segala wewenang yang tidak diberikan kepada direksi atau komisaris dalam batas yang ditentukan dalam Undang-Undang dan Anggaran Dasar. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dapat dilangsungkan apabila dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili lebih dari ½ bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah, kecuali Undang- Undang atau Anggaran Dasar menentukan lain.
 
b) Dewan Komisaris
Komisaris adalah organ perseroan yang bertugas melakukan pengawasan secara umum dan atau khusus serta memberikan nasihat kepada direksi dalam menjalankan perseroan. Perseroan memiliki komisaris yang wewenang dan kewajibannya ditetapkan dalam Anggaran Dasar. Anggota dewan komisaris biasanya merupakan perwakilan dari para pemegang saham. Dalam hal ini anggota dewan komisaris diangkat dan diberhentikan oleh RUPS.
 
c) Dewan Direksi
Direksi adalah organ perseroan yang bertanggung jawab penuh atas pengurusan perseroan untuk kepentingan dan tujuan perseroan serta mewakili perseroan, baik di dalam maupun di luar pengadilan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar. Dewan direksi diketuai oleh seorang direktur utama. Dewan direksi seharusnya terdiri atas orang-orang yang memiliki kemampuan dalam mengelola PT dan diberi kewenangan oleh RUPS. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan PT.


4.    Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)
Ciri-ciri BUMD adalah sebagai berikut:
  • Pemerintah memegang hak atas segala kekayaan dan usaha.
  • Pemerintah berkedudukan sebagai pemegang saham dalam pemodalan perusahaan.
  • Pemerintah memiliki wewenang dan kekuasaan dalam menetapkan kebijakan perusahaan.
  • Pengawasan dilakukan alat pelengkap negara yang berwenang.
  • Melayani kepentingan umum, selain mencari keuntungan.
  • Sebagai stabillisator perekonomian dalam rangka menyejahterakan rakyat.
  • Sebagai sumber pemasukan Negara.
  • Seluruh atau sebagian besar modalnya milik Negara.
  • Modalnya dapat berupa saham atau obligasi bagi perusahaan yang go public.
  • Dapat menghimpun dana dari pihak lain, baik berupa bank maupun nonbank.
  • Direksi bertanggung jawab penuh atas BUMN, dan mewakili BUMN di pengadilan.
Tujuan Pendirian BUMD:
  • Memberikan sumbangsih pada perekonomian nasional dan penerimaan kas negara
  • Mengejar dan mencari keuntungan
  • Pemenuhan hajat hidup orang banyak
  • Perintis kegiatan-kegiatan usaha
  • Memberikan bantuan dan perlindungan pada usaha kecil dan lemah

Cara Menyusun Naskah Pidato

Cara Membuat Teks Pidato
 
Menulis naskah pidato (Speech Script) hakikatnya sama dengan menulis artikel. Bedanya, naskah pidato tidak memakai judul (head), namun diganti dengan salam pembuka –seperti Assalamu’alaikum wr. wb. – dan penggunaan sapaan kepada hadirin, seperti “Hadirin yang saya hormati”, “Saudara-Saudara”, atau gaya Ustadz Maulana… “Jamaah…. oh Jamaah! Alhamdu… lillah…!”
 
Yang wajib diingat sebelum menulis naskah pidato yaitu naskah tersebut disusun untuk disampaikan secara lisan (dibacakan) –teknik penyampaian pidato dengan membaca naskah lengkap (reading complete text). Karenanya, sebaiknya naskah pidato menggunakan bahasa tutur (spoken language), yakni kalimat yang menggunakan kata-kata yang biasa diucapkan (spoken words).
 
Contoh: “Saya akan menyampaikan penggunaan dana 10-juta rupiah yang diterima panitia jam empat sore kemarin” BUKAN  “Saya akan menyampaikan penggunaan dana Rp 10.000.000 yang diterima panitia Pkl. 16.00 WIB, Senin, 26 September 2011”. [Note! Pidato dilakukan Selasa, 27/9/2011].
 
Menulis naskah pidato sama dengan menulis naskah siaran radio. Kita tidak dituntut menggunakan atau menuliskan kata-kata baku dan tanda baca yang benar.
 
Prinsip yang digunakan adalah WRITE THE WAY YOU TALK. Tuliskan sebagaimana Anda mengucapkannya. Contohnya, Rp = rupiah, US$ = dolar Amerika, Pkl. 16.00 WIB = jam empat sore.
 
Materi pidato dapat disusun secara lengkap atau hanya pokok-pokoknya (outline). Outine atau garis besar pidato berfungsi sebagai “pemandu” agar pidato kita tersampaikan secara sistematis.
 
Contoh, kita akan berbicara tentang Kemacetan Kota Bandung. Outlinenya sebagai berikut:
  1. Kerugian akibat kemacetan [data]
  2. Penyebab Kemacetan
  3. Solusinya
Dengan outline tersebut, sebagai contoh, pidato yang disampaikan sebagai berikut –sekaligus contoh naskah pidato pendek:
 
[OPENING]
Assalamu’alaikum Warohmatullohi wabarokatuh.
 
Hadirin yang saya hormati. Saya akan berbicara tentang kemacetan lalu linta di Kota Bandung, dengan fokus perhatian pada kerugian yang diakibatkan, penyebabnya, serta solusi alternatif yang saya tawarkan.
 
[BODY]
Hadirin yang saya hormati. Kemacetan lalu lintas di Kota Bandung tampak makin parah, terutama pada jam-jam pergi dan pulang kerja, sekitar jam enam-tujuh pagi dan empat-lima sore.
 
Menurut data, kemacetan itu telah menyebabkan kerugian sekitar 750 milyar per tahun, salah satunya akibat terbuang percumanya B-B-M di jalan, selain waktu produktif.
 
Hadirin yang saya hormati. Banya faktor yang menyebabkan kemacetan, utamanya adalah volume atau jumlah kendaraan yang tidak sebanding dengan lebar jalan dan ketidakdisiplinan pengendara, terutama sopir angkot yang suka berhenti dan ngetem di sembarang tempat.
 
Kita harus segera menemukan solusinya, seperti mengurangi volume kendaraan angkot dan penyediaan transportasi masal, seperti bus kota, yang aman dan nyaman. Kita yakin, jika angkotan umum terasa nyaman, maka penggunaan kendaraan pribadi dan sepeda motor akan berkurang dengan sendirinya.
 
[CLOSING]
Hadirin yang saya hormati. Itulah pandangan saya tentang kemacetan lalu lintas di kota Bandung. Semoga bermanfaat, terima kasih.
 
Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh!
 
Dari contoh di atas, kita melihat naskah pidato terdiri itu intinya terdiri dari pembukaan (opening), isi (body), dan penutup (closing)

Sumber: romeltea

7 Komitmen Pedoman Untuk Jurnalisme Baru

Guna lebih menyelami Jurnalistik baru, seorang jurnalis dianjurkan agar berkomitmen dengan tujuh pedoman jurnalistik baru.

1. Tanamkan dalam diri anda bahwa anda adalah seorang jurnalis dan reporter di mana dan kapanpun. Sehingga tak ada masalah bagi anda dengan dunia kejurnalistikan, dan siap untuk profesional sebagai jurnalis.

2. Yang dihargai oleh khalayak adalah karya yang berkualitas. Maka dari itu motivasi diri sendiri hingga anda memiliki loyalitas dan kualitas tinggi terhadap profesi jurnalistik.
3. Jangan pernah membuat berita yang dibumbui dengan keterangan palsu atau isu yang kurang jelas, apalagi menyelipkan kebohongan. Tulislah berita sesuai dengan apa adanya serta tetap berimbang (balance, tidak memihak).

4. Asah lah pengetahuan umum anda dan belajar mempertajam insting jurnalis. Jadilah seseorang jurnalis yang baik, unik, dan bernilai bagi khalayak sekitar.

5. Jika anda mempunyai kesungguhan ingin jadi jurnalis, mulai lah dari sekarang untuk mempublikasikan karya-karya melalui blog. Buat lah blog pribadi, kemudian aktif berinteraksi dalam dunia blog tersebut dengan mengisi kejadian-kejadian sekitar, seperti future, news, cerpen, maupun karya tulis lainnya agar anda terbiasa dengan kegiatan tulis menulis.

6. Belajar dan berani untuk membuat opini/pendapat yang berbeda. Maksudnya, buatlah opini atau karya-karya yang bersifat inspiratif, baru, dan informatif.

7. Selalu lah membaca buku-buku, artikel, dan karya tulis lainnya. Terutama karya tulis dan buku-buku yang berkualitas, seperti tulisan yang bersifat edukatif, inspiratif, dan informatif.


Bandung, 21 Jumadil Akhir 1434 H (2 Mei 2013)
Artikel: Tugas JuRol, Sekolah Si David

Pesan Samuh di Rapat Kurikulum

Rapat diskusi kurikulum dosen jurusan Jurnalistik (16/4) diisi oleh Prof. Dr. Asep Saeful Muhatdi, MA. Beliau menyampaikan beberapa pesan motifasi di dalam rapat. Tiga di antaranya dikhususkan untuk mahasiswa jurnalistik yang ingin sukses di masa depan.

"Bagi mahasiswa yang ingin sukses, pertama kuasai lingkup bidang jurnalistik, akrabi teknologi, dan kuasai bahasa asing," jelas Samuh.

Jalaludin Rahmat juga menambahkan, agar pihak kurikulum mengurangi mata kuliah yang dirasa kurang berkaitan dengan bidang jurnalistik.

"Sebaiknya tidak usah ada mata kuliah yang kurang penting di bidang jurnalistik. Yang penting itu adalah komputer dan bahasa asing," ujar Jalal menutup rapat.

Ruang Lingkup Jurnalistik


Ruang lingkup jurnalistik sama saja dengan ruang lingkup pers. Dalam garis besar jurnalistik Palapah dan Syamsudin dalam diktat membagi ruang lingkup jurnalistik ke dalam dua bagian, yaitu : news dan views (Diktat “Dasar-dasar Jurnalistik”).

 
News dapat dibagi menjadi menjadi dua bagian besar, yaitu:

1.       Straight news, yang terdiri dari:
a.       Matter of fact news
b.      Interpretative report
c.        Reportage

2.       Feature news, yang terdiri dari:
a.       Human interest features
b.      Historical features
c.       Biographical and personality features
d.      Travel features
e.      Scientific features

Views dapat dibagi kedalam beberapa bagian yaitu :
1. Editorial
2. Special article
3. Colomum
4. Feature article

Attention, please!

Sesungguhnya aktifitas tidak akan terganggu bila setiap satu jam sekali, berhenti setengah menit untuk beristighfar atau dzikir lainnya sebanyak 10x, bahkan lebih dari itu Insya Allah bisa.

Be My Partner